Kamis, 05 Mei 2011

Sepuluh Parameter Mendeteksi Aliran Sesat

  1. 1. Mengingkari salah satu rukun Islam

  2. 2. Meyakini akidah yang tidak sesuai dengan syariat

  3. 3. Meyakini turunnya wakyu setelah Al quran. Dijelaskan dalam QS Al Maidah : 3 bahwa Allah telah menyempurnakan Islam sebagai agama dan Allah juga telah meridlainya.

  4. 4. Mengingkari kebenaran Al Quran. Dalam QS Al Baqarah: 2 Allah berfirman “Kitab(Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa

  5. 5. Melakukan penafsiran Al Quran tidak berdasarkan kaidah tafsir

  6. 6. Mengingkari Hadis sebagai sumber hukum lslam. Allah berfirman “ Maka demi Tuhanmu, mereka sebelum mereka menjadikan engkau(Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan , dan mereka menerima dengan sepenuhnya

  7. 7. Melecehkan atau merendahkan nabi dan Rasullulah

  8. 8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan Rasullulah. “Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang diantara kamu, tetapi dia utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”

  9. 9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah

  10. 10. Mengkafirkan seorang muslim tanpa dalil syar’i

Sumber : MUI

Selasa, 03 Mei 2011

Orientasi Dunia dan Akhirat

Banyak diantara kita mengobrol dengan teman dan saling menanyakan tentang cita-cita dan harapan-harapan untuk masa depan setelah lulus dari kuliah. Sering kita dengar dengan kuliah ada harapan kelak akan mudah mendapat pekerjaan yang layak, ketika ditanya lebih lanjut harapanya setelah dapat pekerjaan yang layak, mereka menjawab dengan penghasilan yang besar akan bisa beli ini dan itu, terus bisa untuk rekreasi, dan lain-lain. Intinya kuliah menjadi pengharpan sebagian mahasiswa untuk kebahagiaan masa depan. Hal yang sangat disayangkan ketika kita menjalani bangku kuliah selama kurang lebih empat tahun orientasi kita hanya untuk kebahagiaan di dunia. Mungkin kita harus selalu up date niat kita, didunia ini manusia diciptakan Allah selain mempunyai fungsi juga punya tujuan. Allah menjadikan manusia untuk menjadikan khalifah untuk menjaga bumi seisinya agar harmonis sementara Allah juga bertujuan menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya.

Apakah kita sengaja tidak memahami atau tidak sempat memahami bahwa hidup ini sesungguhnya bukan proses kebetulan ada, melainkan secara sengaja Allah lah yang mencipta dan mengatur semuanya. Apakah kesibukan kampus membuat kita lupa akan hal ini. Sungguh sangat disayangkan.

Dan tiadalah kehidupan dunia ini kecuali main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung Akhirat itu lebih baik bagi orang –orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”QS. Al An’aam:32

Dari ayat di atas dapat di simpulkan perbedaan umat muslim dengan umat agama lain, bahwa hidup bagi orang muslim orientasinya dunia dan akhirat. Tetapi banyak umat muslim sendiri yang terpengaruh oleh non muslim bahwa dunia ini yang jadi prioritasnya. Telah dijelaskan dalam firman Allah bahwa dunia ini bisa menipu kita dalam QS. Al A’raaf: 51

yaitu orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau,dan kehidupan dunia menipu mereka. Maka pada hari(kiamat) ini, kami melupakan mereka sebagai mana melupakan pertemuaan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.”

Dari kesalahan akan pemahaman dengan tetap berorientasi pada kehidupan dunia Allah akan memberi konsekuensi negative bagi manusia. Konsekuensi Allah mungkin akan di berikan di dunia atau kelak di akhirat(Neraka).




Minggu, 24 April 2011

Melihat Tarikh dalam Membaca Al Quran


Allah telah memberikan mukjizat kepada Nabi Muhammad SAW berupa Al Quran. Al Quran ini diturunkan olehNya sebagai nasihat dan penyembuh apa yang ada dalam hati, petunjuk dan rahmat bagi kaum muslim, hujjah atas manusia, cahaya dan pengetahuan bagi orang yang membuka hatinya dia membacanya dan beribadah dengannya, mempelajari hukum –hukumnya baik ibadah, akidah, tata cara muamalah yang islami dan berpegang teguh kepadanya setiap waktu. Seiring dengan berjalannya waktu Al Quran mulai digunakan tidak semestinya dengan apa yang dicontohkan oleh Muhammad dan para Shahabatnya. Sekarang ada yang menggunaka Al Quran untuk hiasan saja, sebagai jimat yang digantung di rumah dan toko-toko dengan maksud sebagai tolak bala(mencegah keburukan) dan sejenisnya yang khususnya dilakukan pelaku-pelaku bid’ah.

Suatu yang sering kita dengar atau malah kita lakukan dan itu tidak dilakukan di jaman Rasullulah dan para shohabat adalah ucapan “Shadaqallahul adzhim” (MahaBenar Allah Yang Maha Agung) ketika selesai membaca Al Quran. Apakah ini juga termasuk bid’ah??

Abu Anas Ali Husai Abu Luz dalam sebuah buku kecil yang berjudul Bid’ah-bidah terhadap Al Quran menerangkan bahwa “shadaqallahul azhim” seusai membaca al Quran adalah perbuatan bid’ah, karena perbuatan tersebut tidak pernah dilakukan oleh Rasullulah maupun Kholafaur Rasyidin. Juga tidak pernah dilakukan oleh para imam-imam salaf padahal mereka sering membaca Al Quran, yang sangat memperhatikan dan sangat mengerti tentangnya.

Telah diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW “ Barangsiapa mengada ada dalam perkara kami ini ( perkara agama) yang tidak berasal darinya, maka dia akan tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam lafadz yang diriwayatkan Muslim disebutkan, “ Barangsiapa melaksanakan suatu amalan yang tidak ada perintah kami maka amalan tersebut tertolak.”

Ada maksud yang dikhawatirkan dari membaca atau mendengar “Maha Benar Allah Yang Maha Agung” kemudian memikirkan dan mendapat pengaruh dalam dirinya, dari Al Quran telah terjadi begini dan begitu. Allah berfirman “ Katakanlah;” Benarlah(apa yang difirmankan) Allah”. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. 3:95)

Dan siapa yang lebih benar perkataanya dari pada Allah” (QS. 4:87)

Kedua ayat diatas bisa kita tafsir apa yang dikatakan Allah pasti benar, yang ini tidak dapat kita sangkal. Dan Rasullulah bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah

Maka boleh mengucapkan Shadaqallah dalam beberapa pristiwa yang menunjang ucapan tersebut, seperti bila melihat sesuatu yang terjadi, yang sebelumnya Allah telah mengingatkanya. Namun apabila kita menjadikan ucapan tersebut seakan akan termasuk hukum bacaan dan itu tidak ada dasarnya maka termasuk bid’ah.

Allahua’lam bish shawab.

Jumat, 15 April 2011

Belajar Unggul nan Syar’i ala Abdur Rahman Bin Auf

Maha besar kuasa Allah SWT memberikan pintu rizki bagi hambanya. Kesuksesan, kekayaan dan kebahagiaan merupakan apa yang didambakan seluruh manusia. Lantas bagaimana manusia mendapatkannya??
Mengingat Allah telah memberikan akal fikiran bagi manusia untuk mensyukurinya. Dengan pengertian bersyukur adalah menggunakan pemberian sesuai dengan maksud pemberinya. Allah memberikan akal fikiran supaya dapat mengambil pelajaran dari pedoman hidup (Alquran dan Hadis) dalam setiap aktivitasnya. Tidak bisa dipungkiri jika kegagalan umat muslim sekarang adalah akibat dari mengesampingkan aturan –aturan yang telah ditetapkan dalam Alquran dan hadis dalam aktifitasnya. Contoh Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki citra yang buruk ketika kemiskinan masih dalam presentasi yang tinggi dari 237.556.363 jiwa( Sensus 2010) penduduk miskin sekitar 30,02 juta(sumber: BPS 2010) atau sekitar 13,33 persen.
Menurut Ary Ginanjar Allah meniupkan sifatnya ke dalam hati manusia supaya manusia memiliki sifatNya. Ar rahman dan Ar Rahim berarti manusia diharapkan memiliki sifat pengasih dan penyayang demikian juga dengan sifat Allah Yang Maha Kaya ( al Ghaniy) berarti manusia memiliki kesempatan untuk kaya.
Umat muslim memiliki tokoh yang kaya raya seperti Abdurrahman bin Auf, menurut riwayat Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan dengan sembunyi-sembunyi atau terang-terangan antara lain 40,000 Dirham (sekitar Rp 800 juta uang sekarang), 40,000 Dinar (sekarang senilai +/- Rp 32 Milyar uang sekarang), 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1,500 ekor unta.
Dengan begitu banyak yang diinfaqkan di jalan Allah, beliau ketika meninggal pada usia 72 tahun masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3,000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Padahal warisan istri-istri ini masing-masing hanya ¼ dari 1/8 (istri mendapat bagian seperdelapan karena ada anak, lalu seperdelapan ini dibagi 4 karena ada 4 istri). Artinya kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2,560,000 Dinar.
Lalu bagaimana Abdurahman bin auf bisa memiliki kekayaan sebesar itu. Kenikmatan yang dimilikinya tidak hanya dalam bentuk materai didunia saja tetapi juga janji bahwa beliau termasuk sepuluh orang yang akan masuk surga. Jika kita menginginkan seperti Abdurahman bin Auf sekiranya langkah-langkah ini pantas untuk kita tiru.

• Seluruh usahanya hanya ditujukan untuk mencari Ridhla Allah semata
• Bermodal dan berniaga barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.
• Keuntungan hasil usaha bukan untuk dinikmati sendiri melainkan ditunaikan hak Allah, sanak keluarga dan untuk perjuangan di Jalan Allah.
• Abdurrahman bin Auf seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan harta yang mengendalikannya.
• Sedeqah telah menyuburkan harta Abdurrahman bin Auf, sampai-sampai ada penduduk Madinah yang berkata “ Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada mereka”.
• Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga Ustman bin Affan RA. yang termasuk kayapun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Atas pembagian ini Ustman bin Affan berkata, “ Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkat”.

Selasa, 15 Maret 2011

Maher Zain


Maher Zain

Nama : Maher Zain
Lahir : 16 Maret 1981
Tempat lahir : Tripoli, Lebanon
Umur : 29 tahun
Status : Menikah
Pekerjaan : Penyanyi, pemusik
Genre : R&B, Soul, World Music, akustik
Label : Awakening Records
Album : Thank You Allah (2009)
Pencapaian : Lagu Keagamaan Terbaik 2009 (Ya Nabi Salam Alayka) dari Nujoom FM (radio terbesar Mesir) Biodata Maher Zain

Maher Zain putra dari keluarga yang mempunyai kecintaan pada musik, ayahnya bernama Mustafa Maher adalah seorang penyanyi lokal di Tripoli, Lebanon. Maher mendapat keyboard ketika ia berusia sepuluh tahun, mungkin ini juga yang membuat ia terus berkreasi di bidang musik sampai kini yang usianya 29 tahun. Semasa remajanya, ia suka menghabiskan malam akhir di sekolah bersama teman-temanya untuk bernyanyi, rap, menulis dan bereksperimen musik. Sewaktu kuliah ia mengambil jurusan Aeroneutical Engineering ( kejuruteraan Penerbangan), tetapi ia menjadi populer dengan album Thank You Allah dan mencipta sejarah tersendiri dengan mencatat rekod jualan Platinum sekitar 25,000 unit pada album pertamanya. Tidak hanya itu albumya mencapai tingkat pertama di Amazon.com grafik World Music dan nomor 9 pada tangga lagu R & B.

Ucapan syukur kepada Allah ia rasakan sampai sekarang karena dengan kebesaran dan hidayahNya Maher masih diberi kesempatan menikmati indahnya Islam. Mengingat dulunya ia juga pernah melalui kehidupan gelap karena pengaruh negatif dari pergaulannya. Maher pernah melalui kehidupan yang tersasar daripada landasan Islam. Ia melakukan perkara yang menyalahi hukum agama seperti berhibur di kelab malam, minum arak, sering bertengkar dan bergaduh dengan rakan. Ungkapnya dalam sebuah situs.

Karena dapat pertolongan hidayah dari Allah, Maher mengubah hidupnya dan sejak itu ia menjadikan musik sebagai sumber untuk mendekatkan diri dengan Islam.

Pandanganya, musik adalah bagian daripada kehidupan harian kita. Ketika mempelajari mengenai Islam dengan lebih mendalam, ia mendapat inspirasi mencipta lagu. Lagu- lagu yang diciptakan Maher tidak haya disukai masyarakat Muslim, tetapi juga dari non Muslim menyukai alunan melodi yang ia sampaikan. Ia mengakui banyak mempelajari melodi musik dari produser berpengalaman seperti RedOne yang pernah berkerjasama dengan bintang Hollywood seperti Lady Gaga dan Kat Deluna.

Biarpun mengakui perjalanan dalam bidang seni masih baru bermula ­dengan beberapa perancangan sedang giat ­dijalankan, artis bernaung di bawah syarikat rakaman antarabangsa Awakening Records ini berharap penampilan bersama album solo dapat diterima semua peminat musik.
Doa kami, semoga dengan bertambahnya umur yang Insya Allah besuk 16 Maret 2011 genap berumur 30 karya-karyanya yang inspiratif dan Islami dapat berkembang luas bagi masyarat di dunia dan semoga menjadikan hari esok lebih baik dari hari sebelumnya. Amien





Rencana Jaket MoSAIC 2011


Bagi Laskar Muda MoSAIC 2011 harap partisipasinya untuk memberikan komen jaket yang diajukan dari divisi KU.
Saran dan masukan dari ikhwan dan akhwat MoSAIC sangat kami nantikan ...

MoSAIC:
IMAN-INTELEKTUAL- PROFESIONAL.
ALLAHUAKBAR...

Kamis, 10 Maret 2011

Islam Agamaku

Kafe

Disampaikan Oleh Ust. Sugi

Tema : Membangun Integritas dan Visioner dalam Diri mahasiswa Muslim

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayahNya kepada Laskar Muda MoSAIC dan umat muslim umumnya. Dengan karuniaNya pula Kajian rutin yang diselenggarakan MoSAIC yang kedua ini dapat terlaksana dengan lancar dan ada peningkatan dari segi kuantitas dari peserta. Mudah-mudahan peningkatan itu dapat di iringi penigkatan kualitas yakni dengan mengimplementasikan kebaikan-kebaikan yang disampaikan oleh Ust. Sugi.

Tak lupa pula sholawat serta salam smoga tetap terlimpahkan kepada figur dan teladan kita yakni Nabi Muhammad SAW karena beliaulah yang memberikan kepada kita petunjuk cahaya Islam yang insya Allah dengan apabila kita mengikuti atau menjalani petunjuk itu secara kafah akan mendapat kebahagian dunia dan akhirat. Amien..

Pada artikel yang kami tulis di blog hari ini merupakan sekilas dari apa yang didapat dari Kafe. Kafe?? Ya.. mungkin ada anggapan kalau anggota MoSAIC nongkrong di Kafe untuk diskusi pengetahuan Islam atau ada MoSAICers yang mentraktir temen-temenya di Kafe. Kalo mungkin ada yang belum tahu Kafe, ini sekilas mengenai Kafe adalah Kajian rutin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair yang diadakan oleh MoSAIC seminggu sekali di musola baik D3 dan S1 secara bergantian. Ya.. mungkin dari teman-teman muslim yang ingin menambah pengetahuan tentang Islam bisa ikut ke Kafe setiap hari rabu.

Tadi sekedar info dari Mosaic. Kembali Ke Lap Top!!

Hari rabu kemarin Kafe mengundang Ust. Sugi sebagai penyampai materi. Alhamdulilah yang datang cukup banyak dan dari temen-temen merasa terhibur dengan apa yang disampaikan ust.Sugi. Pertama ust.Sugi bertanya apa itu Islam? Ada yang menjawab kalau islam adalah agama yang diturunkan dari langit kepada RosulNya. Sejak kapan turun Islam apakah sejak nabi Adam?.. (ust. Sugi mengawali Kajian). Kemudian beliau menyampaikan bahwa ada yang membuat plesetan tentang Islam yakni Isya Subuh Luhur Asar dan Magrib. Kalau kita lihat ada pandangan salah dan adanya depresi pemahaman tentang Islam baik dari umat Muslim sendiri apalagi dari nonmuslim. Kalau islam identik dengan teroris dan sebagainya.

Islam merupakan ajaran agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad dan mengatur aqidah, akhlak, dan muamalah. Sangat sempurna Allah menurunkan agama Islam bagi semesta alam. Sebagaimana dalam surat Al Maidah ayat 3: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmatKu bagimu, dan telah Aku Ridloi Islam sebagai agamamu”. Islam adalah agama samawi yakni agama yang bersumber dari wahyu Allah. Lain halnya agama thabi’I/agama bumi, agama budaya, dan agama filsafat yakni bersumber dari manusia. Seperti Kong hu chu, Budha, atau ahmadiyah.

Sebagai seorang manusia kita memiliki akal dan nafsu. Apabila tidak bisa meletakkan akal diatas nafsu, maka kecenderungan seseorang akan terus merasa tidak puas. Seharusnya sebagai muslim Al Quran dan hadis seharusnya kita gunakan dalam sistem kehidupan agar tercapai maslahah. Dan tidak dibenarkan apabila al Quran tidak sesuai dengan kehendak manusia maka manusia mengubahnya. Dan merupakan janji Allah bahwa Al Quran merupaka kitab suci yang selalu terjaga kebenarannya. Islam merupakan agama yang telah disempurnakan oleh Allah dari ajaran agama sebelumnya. Kebesaran dari Islam adalah rahmat semesta alam, lain halnya ajara yang diberikan pada nabi terdahulu yakni untuk kaumnya saja.

Untuk itu pesan yang disampaikan dari Kafe hari rabu 9/3 adalah sebagai umat Islam wajib mengakui bahwa Islam itu agama yang benar dan kita harus menjadi duta yang baik bagi agama Islam dengan berlaku baik dan mensyiarkan kebaikan.

Allahu a’lam bish shawab